Review Functional Perspective on Group Decision Makin
Randy hirokawa dan dennis gouran
Pendekatan preskriptif
yang menggambarkan dan memprediksi kinerja grup ketika empat fungsi komunikasi
terpenuhi yang harus memiliki dampak. Functional perspefvtive on group decision
makimh adalah komunikasi yang harus dilakukan untuk keputusan yang dibuat
bersama agar menjadi bijaksana.
4 fungsi bagi suatu pengambilan keputusan
Oleh kelompok secara efektif yang meliputi menganalisis
masalah, Merumuskan
Tujuan mengidentifikasi alternatif, dan mengevaluasi karakteristik positif dan negatif.
1. menganalisi masalah
Problem
analysis asdalah menentukan sifat, tingkat , dan penyebab masalah yang dihadapi
kelompok. Anggota kelompok harus melihat secara realitas kondisi saat ini agar
membutuhkan perbaikan atau perubahan.
Contoh :
Ada 2 bagian tim A
di tenda putih dan tim B di tenda hitam dalam persiapan ingin mengikuti lomba
menyanyi. Tim A memiliki pemikiran yang sangat peduli sebelum acara dimulai persiapan
mereka sangat bagus dengan melatih vokalnya. Sedangkan tim B memilik pemikiran
yang sangat cuek sebelum acara dimulai mereka malah ngerumpi dan ketawa-ketiwi
bersama tim nya.
2.Tujuan yang terukur
Kelompok harus sadar
apa yang ingin diraih dalam kelompok. Harus membangun kriteria
untuk menilai alternative solusi yang ditawarkan
contoh :
jadi tim A karena
memiliki pemikiran yang sangat peduli dan menjalankan suatu perlombaan dengan baik
dan kompak juga sama-sama berlatih dengan batik agar tidak kalah dengan tim
yang lain.sehingga , tim A mampu menjalankan misinya dengan sempurna.
3. Identifikasi alternatif-alternatif yang mungkin ada
opsi untuk memecahkan masalah dengan cukup. jika tidak
ada orang yang memperhatikan kebutuhan untuk menghasilkan sebanyak mungkin
alternatif yang kemungkinan bisa secara realistis, maka secara relatif hanya
sedikit yang dapat diperkenalkan, dan kemungkinan korespondasi untuk menemukan
jawaban yang dapat diterima akan rendah
Contoh :
Pada saat lomba
berlangsung, tim A memiliki alternative solusi yaitu untuk menampilakan
perlombaan nyanyi yang bagus dan kompak. Sedangkan Tim B tidak memiliki alternative
solusi sehingga suara jelek dan tidak kompak dan juga tidak peduli dengan
melatih vocal masing-masing sebelum pentas dimulai.
4.Mengevaluasi karakteristik positif dan negatif
evaluasi yang menguji
manfaat relatif masing-masing opsi terhadap kriteria yang dipilih; menimbang manfaat dan biaya. Hirokuwa dan
Gouran memperingatkan untuk ketika ada kelompok yang menjadi murung, sering
membutuhkan satu anggota untuk mengingatkan yang lain untuk mempertimbangkan
baik fitur positif maupun negatif dari masing-masing alternative
contoh :
Tim B memiliki hal positif dengan menikmati
ketawa-ketiwinya tanpa repot memikirkan penampilannya, namun hal negatifnya tim
B saat pentas dimulai memiliki suara yang jelek dan tidak kompak
Tim A memiliki hal positif
karena memiliki startegis dan juga alternative solusi dalam latihan vocal sebelum
pentas dimulai.
Memprioritaskan the
functions
Berarti menentukkan mana yangpaling penting dari keempat fungsi di atas. Meskipun
hirokawa dan gouran sendiri telahberkali kali menjelaskan dalam tulisannya bahwa itu
bukan topic yang perlu didiskusikan dan menyatakan bahwa keempat
nyaperlu dicapai
untuk memaksimalkan kemungkinan
menghasilkan high decision. Namun hirokawa
menambahkan bahwa kelompok2 yang sukses mengatasi masalah sulit
mengambil
langkah pengambilan keputusan yang biasa mereka
gunakan dalam menyelesaikan masalah.
Peran Komunikasi dalam Memenuhi the
Functions
Kata Prioritizing mengacu pada menangani empat fungsi yang diperlukan
dalam perkembangan logis. Selama kelompok itu akhirnya berurusan dengan keempat
fungsi, rute yang diambil anggotanya tidak akan membuat banyak perbedaan. Istilah Prioritizing dalam
judul juga mengacu pada pertanyaan fungsi mana yang paling penting agar
kelompok dapat memaksimalkan kemungkinan keputusan kualitas yang sangat besar. Karena itulah hirokawa dan gouran menyebutkan 3 tipe komunikasi dalam membuat keputusan suatu kelompok
:
1.Promotive
Interaksi yang menggerakan kelompok sepanjang jalur
tujuan dengan mencoba
memusatkan perhatian kepada
salah satu dari 4 fungsi membuat keputusan
2.Disruptive
Interaksi yang mengalihkan, memperlambat, ataumenghalangi kemampuan anggota kel-ompok untuk
mencapai ke 4 fungsi membuat keputusan
3.Counteractive
Interaksi yang anggotanya biasa mengembalikan ke jalur seharusnya.
Hirokawa dan
gouran menyarankan sebagian besarkomentar dari anggota grup yang mengganggu dari
pada mempromosikan kemajuan menuju tujuanKarna itu ,mereka menyimpulkan
bahwa pengambilan keputusan kelompok yang efektif barang
kali paling baik dipahami
sebagai konsekuensi dari penggunaan pengaruh kontraktif. Dengan kata lain seseorang harus mengatakan sesuatu bahwa akan mendapatkan anggotanya kembali
kejalur yang seharusnya.
Thoughtful advice for those who know the are
right
pragmatisme dewey didasarkan pada asumsi penuh
harapan bahwa keputusan praktis dapat dibawa di bawah kendali yang lebih cerdas
melalui proses penyelidikan yang rasional, ia menganjurkan
6 langkah reflective
thinking yang sejajar
dengan pendekatan dokter untuk mengobati pasien :
1 1. Menyadari
orang yang salah
2 2. Penyebab masalah
itu apa
3 3. Untuk memperbaiki keadaan
4 4.Kemungkinan untuk memcahkan masalah
5 5.Menguji solusi yang mana solusinya akan bekerja
6 6.Solusi yang pali pas
Reflective
thinking adalah pikiran bahwa pertimbangan rasional atas firasat intuitif
atau tekanan dari mereka yang memiliki pengaruh.
Ethical reflection: Habermas discourse ethics
Habermas
berasumsi bahwa orang dengan budaya yang telah di berikan atau komunitas dapat
lebih setuju pada kebaikan yang ingin mereka dapatkan, dan seiringnya waktu
mereka membangun kebijakan praktisi pada bagaimana cara untuk mendapatk-
Annya
Habermas discourse ethics adalah visi situasi pidato yang ideal di mana beragam
peserta dapat secara rasional mencapai sebuah konsensus tentang standar etika
universal Dia meyakinkan bahwa keabsahan dari berbagai ethical konsensus dapat mencapai hanya untuk bertahan bahwa tiga
persyaratan terpenuhi
persyaratan terpenuhi
1 1.Requirement for access : semua orang yang terpengaruh
oleh norma etika yang diperdebatkan dapat hadir dan didengar ,terlepas dari
statusnya
2 2.Requirement for
argument. semua peserta diharapkan untuk bertukar pandangan mereka dalam semangat
timbal balik yang asli dan saling pengertian
3 3. Requirement for
justification : semua orang berkomitmen pada standar universalisasi
OK, skor untuk review ini 78. Sudah cukup bagus, ada contohnya walau masih agak kurang detail dalam mengaitkan contoh dgn teori.
BalasHapus